Sabtu, 31 Desember 2016

7 cara mengasah kemampuan mu memecahkan masalah kayak Sherlock Holmes

author photo
NGUPAS - Bila terus menerus menumpuk masalah, kamu akan kebingungan memecahkannya. Belum lagi ditambah dengan permasalahan sehari-hari. Bila tahu akan menjadi ribet, semestinya kamu segera menyelesaikannya. Untuk urusan menyelesaikan masalah, siapa yang nggak kenal dengan Sherlock Holmes. Detektif supercanggih itu mampu menyelesaikan apapun masalahmu.

7 cara mengasah kemampuan mu memecahkan masalah kayak Sherlock Holmes

Agak berlebihan memang bila menyamakan masalahmu dengan kasus yang ditangai Sherlock. Namun ada banyak cara yang bisa diambil ketika Sherlock menyelesaikan masalah. Berikut cara-cara teliti ala Sherlock Holmes agar hidupmu lebih menyenangkan:

1. Detail

Perhatikan setiap hal yang ada di sekitar kamu. Terlebih orang, barang dan tempat yang berhubungan dengan kasus tertentu. Jangan mengabaikan hal-hal kecil di sekitar kamu. Karena setiap hal-hal kecil sangatlah berguna dalam membentuk gambaran yang lebih besar. Misalnya mendeteksi pekerjaan seseorang, apa yang seseorang itu lakukan sebelumnya dan hal-hal lainnya.

Nah itulah alasan mengapa detektif Sherlock Holmes bisa mendeteksi profesi seseorang hanya dari penampilannya saja. Soalnya dia memperhatikan setiap hal sedetail mungkin dari orang tersebut. Mungkin kamu nggak perlu sehebat Sherlock dalam menebak profesi orang secara spesifik. Akan tetapi seenggaknya kamu bisa menilai dia bekerja di bidang apa. Entah pemasaran, kreatif ataupun di bidang olahraga.

2. Pelajari Bahasa Tubuh

Kamu bisa bohong sama orangtua mungkin mengaku les padahal nongkrong sama teman atau kencan sama pacar. Sayangnya, bahasa tubuh kamu nggak bisa bohong. Apalagi di depan orang yang super teliti termasuk orangtua atau sahabat terdekat.

Lalu, bagaimana cara supaya kamu bisa jeli menilai bahasa tubuh seseorang? Gampang kok karena kamu cuma memperhatikan sekitarmu. Seseorang yang berbohong akan selalu resah dan aneh. Pergerakan tangannya pun agak janggal. Well, sepintar-pintarnya orang bohong, mata dan raut wajah nggak bisa berbohong.

Selain itu, kamu juga bisa mempelajari raut wajah orang di internet. Misalnya orang yang marah, gusar atau bingung biasanya dahinya akan berkerut dan lain sebagainya. Kamu bisa mencobanya pada orang sekitar.

3. Intuisi

Orang boleh ngomong dan berpendapat apa saja tapi sebaiknya percayai terlebih dahulu intuisi kamu. Dengarlah hati nurani kamu dengan tenang dan jangan gegabah. Kalau tenang, kamu pun pasti bisa mencapai titik yang lebih terang dan nggak gampang terpengaruh sama orang lain.

Intuisi ini tercipta dari pengalaman keseharian. Bila dilupakan dan cuek dengan apa yang pernah terjadi, intuisimu nggak akan terasa. Namun bila kamu merenungkan apa yang terjadi dan bercermin dari kenangan itu.

4. Kritis

Dunia ini makin lama semakin dipenuhi dengan kebohongan dan fitnah. Bagi kamu yang gampang percaya omongan orang, pastilah menjadi sasaran empuk bagi para provokator dan para aktivis media sosial. Apalagi dengan begitu mudahnya membagi info di media sosial.

Orang awam tanpa pendidikan informatika mumpuni pun bisa memalsukan tweet dan bikin screenshot dari tweet palsu itu. Makanya kamu jangan gampang percaya sama orang dan sama kabar-kabar apapun yang dipercayai masyarakat. Sherlock Holmes nggak gampang percaya sama orang dan selalu menelusuri kebenaran suatu hal. Verifikasi itu yang bikin dia selalu menemukan titik terang dari sebuah kasus.

5. Mendengarkan

Sherlock Holmes selalu mendengarkan semua kesaksian masyarakat dan orang-orang yang berhubungan dengan kasus tertentu. So, nggak heran kalau dia selalu bisa mengingat dan mendeteksi kejanggalan atau kebohongan tertentu dari ucapan orang.

Banyak orang yang kelihatannya aja mendengarkan padahal sebenarnya nggak. Mereka cuma pura-pura sementara itu pikirannya ke mana-mana. Nah, belajarlah untuk mendengarkan seperti Sherlock supaya agan bisa lebih perhatian atas apa yang sedang terjadi.

6. Belajar, Belajar dan Belajar

Sherlock nggak cuma bisa mendeteksi sesuatu karena dia bisa melihat dengan detail. Percuma kalau mempunyai ingatan fotografis paling tokcer tapi pengetahuan nggak ditambah. Semua hal yang kamu ingat dan dengar hanya menjadi rekaman kenangan di otak. Bisa saja rekaman itu nggak akan terlalu berguna.

Oleh karena itu, rajin-rajinlah membaca. Tambahlah pengetahuan biar kamu banyak tahu dan semua hal yang dilihat, dengar dan ingat menjadi sesuatu yang lebih berarti. Sebab apapun yang otakmu tangkap bisa saja membantu di kemudian hari.

7. Pisahkan Perasaan dari Fakta

Sherlock nggak pernah menggunakan perasaan saat memecahkan kasus. Yah kalaupun jadi baper, hal itu sebisa mungkin dia tangkas. Misalnya kamu sayang banget sama gebetanmu. Akan tetapi, semua fakta berkata kalau dia adalah maling sendal jepit di masjid dan kamu tau hal itu.

Cuma karena cinta, kamu menangkal hal tersebut dan mencari-cari fakta lain yang sebenarnya dibuat-buat. Itulah salah satu hal yang bikin beberapa kasus suka nggak berjalan lancar karena eksistensi para orang baper. Kalau mau jadi seperti Sherlock Holmes, jangan baper. Pisahkan antara perasaan dan kenyataan.

Menjadi Sherlock Holmes bukan cuma perkara pakai jaket panjang, topi ataupun membawa pipa rokok ke mana-mana. Akan tetapi, supaya bisa menjadi seperti Sherlock, pikiran dan tindakan kamu juga harus diubah. Kuasai hal-hal di atas dan jadilah pribadi yang lebih baik dan modern.

sumber: Wowkeren.com