Minggu, 01 Januari 2017

Sampah DKI bekas tahun baru yang berserakan mencapai 225 ton

author photo
NGUPAS - Malam pergantian tahun dirayakan di beberapa lokasi dan tempat wisata di Jakarta. Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji memperkirakan, sampah dari perayaan malam tahun baru 2017 mencapai ratusan ton.

"Total sampah diperkirakan sebanyak 225 ton," kata Isnawa, dalam keterangannya kepada Kompas.com, Minggu (1/1/2017).

Ada 6.000 pekerja harian lepas atau "pasukan oranye" Dinas Kebersihan yang dikerahkan untuk membersihkan sampah di titik perayaan tahun baru.

Mulai pukul 00.30, lanjut dia, para "pasukan oranye" itu bekerja membersihkan sampah.

"Beberapa titik yang menjadi fokus pembersihan di antaranya Bunderan HI, Jalan Medan Merdeka, patung Tani, Kemayoran, Gelora Bung Karno, Monas, kawasan Kota Tua, Imam Bonjol, CNI Puri Kembangan, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII)," kata Isnawa.

Sampah DKI bekas tahun baru yang berserakan mencapai 225 ton

Selain itu, sebanyak 70 truk sampah dan truk compactor dikerahkan. Ada pula 40 roadsweeper atau mesin sapu jalanan, 11 bus toilet, 200 gerobak motor, serta 30 pick up lintas. Dia menyampaikan, hingga pukul 03.50, petugas belum berhasil membersihkan sampah di kawasan Kota Tua. Sebab, masih banyak warga yang merayakan pergantian tahun di sana.

Ia menargetkan, Jakarta sudah bersih kembali pada pukul 06.00-07.00.

"Kendala pembersihan sampah disebabkan oleh banyaknya gerobak PKL serta parkir-parkir motor mobil yang menutup badan-badan jalan, sehingga menyulitkan pembersihan sampah yang ada," kata Isnawa.

Dari total sampah ini, sebanyak 80 persen sampah di antaranya merupakan sampah anorganik, yakni berupa plastik-plastik kemasan, styrofoam, kertas serta sisa-sisa terompet. Sisa sampah anorganik ini akan dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang serta disalurkan ke bank sampah kebersihan di tiap kecamatan.
kompas.com